Lulus Pendidikan Dokter, Ini Profil Sartika Santri Madrasah Aliyah Al Mubarak DDI Tobarakka

Sartika, itulah namanya. Dilahirkan di Tokke-tokke 10 Mei 2002 dari ibu bernama Neny dan ayah bernama Muhammad Tahir, memiliki dua orang kakak Yang bernama Sartina dan Musriadi. Adapun pekerjaan ayahnya yakni petani dan Ibu sebagai urusan rumah tangga (URT).

Ketika berumur 6 tahun tepatnya pada tanggal 14 Juli 2008 disekolahkan di SDN 351 Benteng. Jarak sekolah lumayan jauh dari rumahnya yaitu sekitar 2 km dan selama menempuh pendidikan dasar, Sartika lebih sering jalan kaki dibanding menggunakan alat transportasi, waktu itu orang tuanya belum memiliki motor atau semacamnya, tapi di balik perjalanan itu mendapat banyak kenangan cerita bersama dengan teman-temannya dan selama pembelajaran di sekolah dasar, Sartika mendapat apresiasi yang baik dari semua guru yang mengajar dan Alhamdulillah berprestasi rangking didalam kelas.

Selama enam tahun, akhirnya lulus dan bisa melanjutkan ke jenjang berikutnya. “Pada waktu itu jauh hari sebelum saya tamat SD, sudah ada sekolah yang saya rencanakan untuk lanjut di sana, nama sekolahnya yakni MTs Al Mubarak DDI Tobarakka, dan pada akhirnya saya mendaftar dan sekolah di sana,dan di sini lah saya mendapat banyak Lagi tambahan ilmu terutama ilmu agama Karena sekolah ini merupakan sekolah pondok Pesantren sehingga saya bisa mondok juga. walaupun ibu saya tidak mendukung untuk mondok karena dia Khawatir sama saya, akan tetapi saya tidak setuju dengan ibu saya, karena saya berpikir jika saya di rumah pasti beda dengan teman”yang mondok, jika kita mondok lebih banyak ilmu yang kita dapat karena di pondok memiliki jadwal untuk pengajian atau pembelajaran khusus lainnya,dan pada akhirnya saya di bolehkan oleh ibu saya” Kenang Sartika.

“Selama itu didalam hatiku saya harus bisa membanggakan keluarga ku dan tidak boleh putus asa untuk belajar. Tak hanya itu saja ternyata disini lah pertama saya memasuki yang namanya organisasi yaitu organisasi pramuka yang di ajar tentang kepramukaan dan selama tiga tahun saya juga mendapat prestasi rangking di kelas diantaranya Peringkat 2 dan 5 dan pada akhirnya selama tiga tahun saya Pun lulus di sekolah MTs Al Mubarak DDI Tobarakka dan paling tak terlupakan di hari terakhir yaitu penamatan yang telah di datangi oleh Ustadz H. Nur Maulana bukan hanya saya yang bahagia tapi semua orang yang ada disana, terkhusus alumni 2016/2017.

Ketika lulus di tingkat MTs kembali melanjutkan tingkat MA di sekolah yang sama yakni MA Al Mubarak DDI Tobarakka dan juga masih mondok, jadi selama sekolah di pondok Pesantren Almubarak DDI Tobarakka mondok enam tahun lamanya Dan insyallah mendapat berkah ilmu yang di ajarkan, Amin. Di jenjang Aliyah memilih jurusan IPA karena memiliki kemampuan di IPA di banding dengan jurusan IPS kemudian di tempatkan di kelas X IPA 1 dan mendapat prestasi Peringkat 5. Selanjutnya pindah di kelas XI IPA 1, pada waktu kelas XI ada Kompetisi Sains Madrasah Tahun 2019, sebelumnya lomba di laksanakan di Madrasah masing-masing untuk memilih siswa Yang bisa mengikuti kompetisi tersebut di tingkat kabupaten dan salah satu hasil diantaranya saya mewakili lomba tersebut di tingkat kabupaten Wajo dengan Kompetisi Matematika terintegrasi dan sebelum lomba di mulai di berikan bimbingan belajar oleh ust Alimuddin S.Pd Hingga tiba saatnya kompetisi di mulai pada hari Sabtu, 20 Juli 2019 pukul 07:00 WIB. Dan hasilnya pun saya mendapat Prestasi Harapan 1.

Walaupun tidak bisa Sampai di tingkat selanjutnya tetap bersyukur karena kesempatan ini pun sangat berarti bagi saya, karena bisa mendapat pengalaman baru. Dan di jenjang Aliyah ini alasan saya juga memilih jurusan IPA karena di setujui oleh orang tua Karna keinginannya melihat anaknya mengambil jurusan kesehatan nantinya. tapi mereka juga tidak terlalu memikirkan itu karna katanya jarang dan Susah diterima di Fakultas kesehatan “saya sangat sadar betapa sangat orang tua ku ingin melihat saya menjadi dokter, tapi saya juga memikirkan orang tuaku untuk Susah payah nanti mencari pembayaran untuk saya. Hingga akhirnya saat tiba pendaftaran SNMPTN sudah bisa mendaftar karena sudah kelas XII, langkah awalnya mengisi LTMPT dan menunggu hasil pemeringkatan, saat tiba hasilnya saya mengecek dan ternyata hasilnya Alhamdulillah nama saya berada di urutan ke- 6 dan saya menunggu waktu pengisian SNMPTN,setelah itu telah tibalah waktunya dan sebelum saya memilih jurusan meminta pendapat dengan keluarga dan hasilnya yah mendaftar di kedokteran, saya ragu apa saya di terima, kakak saya bilang pilih pendidikan dokter di UIN dan saya plun memilihnya sebagai pilihan pertama dan pilihan kedua ku yaitu pendidikan Matematika. Saya menunggu hasilnya yang akan di umumkan pada tanggal 8 April 2020.

Satu hari sebelum pengumumannya saya mengingat bahwa besok adalah pengumumannya, akan tetapi entah kenapa pada hari pengumuman mulai pagi hari saya tidak pernah pegang smartphone dan nyaris lupa dengan hari itu. Ustadz Hasmir menelponku tetapi panggilan dalam keadaan silent. Saya sudah mengecek panggilan dan banyak chat yang masuk, katanya “Gimana lulus gak?” saya heran ada apa, ketika saya lihat di grup SNMPTN sudah banyak foto teman yang lulus, dan saya baru ingat ini hari pengumuman, saya langsung mencari nomor pendaftaran dan kembali mengeceknya. Tercantum tulisan yang saya lihat yaitu ucapan Selamat, Anda dinyatakan lulus seleksi SNMPTN 2020 pada PTN Universitas Islam Negeri Alauddin Prodi Pendidikan Dokter. Rasanya tak nyangka bisa lulus Sampai akhirnya saya mengulangi lagi dan ternyata sama langsung saja saya teriakin ibu saya Kalau saya lulus di kedokteran, ibuku langsung bersyukur mengucapkan kalimat Hamdalah, saya lihat dari keluarga saya mereka sangat bangga melihat saya, ini baru awal dari segalanya, semoga saya senantiasa bisa membanggakan keluarga saya dan juga semua orang terutama Pesantrenku, Amin.